Kegiatan

Tingkatkan Mutu Pembelajaran Abad 21, Pendidik MA Bilingual Muslimat NU Sidoarjo Ikuti Workshop Integrasi Deep Learning, KBC, dan AI di Trawas

Dr. Fakhrur Rozy, S.Or., M.Pd. 21 July 2026 2 menit baca 11 dibaca
Tingkatkan Mutu Pembelajaran Abad 21, Pendidik MA Bilingual Muslimat NU Sidoarjo Ikuti Workshop Integrasi Deep Learning, KBC, dan AI di Trawas
Sidoarjo – Dalam upaya mewujudkan transformasi pendidikan yang adaptif dan bernuansa humanis di era digital, para pendidik MA Bilingual Muslimat NU Sidoarjo turut serta aktif dalam agenda Workshop Integrasi Deep Learning & Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Dalam Pembelajaran dengan Pemanfaatan Teknologi Artificial Intelligence (AI). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKM) Subrayon 17 Kabupaten Sidoarjo ini berlangsung secara khidmat dan penuh antusiasme di Hotel Royal Trawas, Mojokerto. Sinergi Kurikulum Merdeka dan Teknologi Modern Workshop strategis ini menghadirkan jajaran tokoh penting dan pakar pendidikan keagamaan sebagai narasumber serta pengarah materi, di antaranya: Drs. Mu'fi Imron Rosyadi, M.E.I. (Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo) H. Moh. Fatoni, M.Pd.I. (Ketua KKM 3 Subrayon 17 Sidoarjo) M. Miftahusiroyuddin, S.Ag., M.M. (Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan / BDK Surabaya) Dra. Endang Mujiati, M.Si. (Pengawas Madrasah) Dalam pembukaannya, Kepala Kankemenag Kabupaten Sidoarjo, Drs. Mu'fi Imron Rosyadi, M.E.I., menegaskan bahwa madrasah saat ini dituntut untuk tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi modern tanpa kehilangan ruh pendekatan keagamaan yang teduh. "Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di lingkungan madrasah harus dibarengi dengan pendekatan emosional dan spiritual yang kuat. Di situlah pentingnya Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), agar teknologi menjadi sarana penguat, bukan pengganti nilai-nilai kemanusiaan dalam proses belajar mengajar," ungkap beliau. Penguatan Kompetensi Guru di Era Digital Melalui bimbingan materi intensif dari Widyaiswara BDK Surabaya, M. Miftahusiroyuddin, S.Ag., M.M., para peserta dibekali pemahaman praktis mengenai pemanfaatan AI untuk perancangan modul ajar, asesmen interaktif, serta strategi pembelajaran mendalam (deep learning). Di sisi lain, penguatan dari Dra. Endang Mujiati, M.Si. selaku Pengawas Madrasah semakin memperjelas pentingnya sinkronisasi antara capaian Kurikulum Merdeka dan iklim belajar yang ramah serta penuh kasih sayang. Ketua KKM 3, H. Moh. Fatoni, M.Pd.I., menyampaikan bahwa keikutsertaan madrasah-madrasah di Subrayon 17, termasuk MA Bilingual Muslimat NU Sidoarjo, merupakan komitmen bersama dalam mendorong motto Madrasah Maju, Bermutu, dan Mendunia. Komitmen MA Bilingual Muslimat NU Sidoarjo Keikutsertaan tim pendidik MA Bilingual Muslimat NU Sidoarjo dalam agenda ini menjadi langkah nyata madrasah dalam memperkuat kualitas proses belajar mengajar. Hasil dari workshop ini akan segera diimplementasikan dalam penyusunan perangkat pembelajaran dan strategi pengajaran di kelas pada tahun ajaran berjalan. Dengan memadukan kemampuan bahasa (bilingualism), penguasaan teknologi kecerdasan buatan (AI), serta pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta, MA Bilingual Muslimat NU Sidoarjo optimis mampu mencetak generasi yang berakhlaqul karimah, berwawasan global, dan unggul di bidang teknologi.

Bagikan berita ini

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!